SELAMAT DATANG & ENJOY HERE ~~~~~~ FRIENDS BLOG SUPPORT : BLOG RTTF - BLORA BERSATU - CYBER BLORA - GOSIP SELEBRITI INDONESIA - BLOG JUAL BELI ONLINE - BERBAGI ILMU DESAIN

HUBUNGI SEGERA ...!!!

Dengan pengunjung setiap harinya diatas 100++ pengunjung, info lebih lanjut silahkan hubungi kami lewat Media Sosial FB, Twitter !!!

Showing posts with label Seputar Blora. Show all posts
Showing posts with label Seputar Blora. Show all posts

March 23, 2018

TEMU KANGEN SMPN 3 BLORA TAHUN 1993 (Untuk Mengenang Masa Lalu, Bukan Untuk Pamer Kesuksesan)

Sahabat, ini tentang reuni atau temu kangen kata banyak orang.
Kita, kamu dan aku, mungkin udah gak asing dengan istilah reuni. Temu kangen sesama teman di sekolah atau di kampus. Atau kita juga termasuk yang sering kumpul-kumpul dengan teman-teman sekolah. REUNI ada yang setuju, ada yang gak setuju.
REUNI atau Temu Kangen. Apapun nama dan sejenisnya. Jadikan setiap momentumnya lebih sehat dan positif. Yuk, luruskan niat baik tiap kali reuni. Reuni bukan hanya kumpul-kumpul doang, tapi reuni harus menyehatkan, harus memberi kebaikan. Reuni itu bukan ajang pamer, bukan ajang mengumbar kesombongan juga bukan untuk bikin sakit teman. Atau bikin teman kita trauma hingga gak mau lagi datang ke reuni.

Menurut Prof. Ganesha, ahli jantung RS Harapan Kita: Reuni, apapun istilahnya adalah suatu upaya. Upaya mempertemukan kembali yang dulu pernah bersama, upaya mencari eksistensi diri yang mulai pupus dari memori karena di makan usia.
Bahkan Richard Paul Evans dalam bukunya Lost December menulis "The sweetness of reunion is the joy of heaven". Menurut Dr. Priguna Sidharta, reuni selain untuk memutar longterm memori di hipocampus, juga untuk memperbaiki fungsi nucleus accumbens, bagian otak yang mengurus kesenangan. Dan kita perlu tahu, memutar kembali memori adalah satu upaya mencegah penyakit alzheimer yang memang satu saat kelak akan menghampiri tiap orang, cepat atau lambat.
Psikolog UI, Bagus Takwin, mengungkapkan pandangannya soal manfaat reuni: KENANGAN. Reuni merupakan sarana untuk melihat kembali diri kita beberapa tahun ke belakang. Dengan melihat masa lalu, seseorang akan mengerti bahwa kehidupan yang dia jalani selama ini merupakan suatu hal yang sangat penting. Setiap orang melalui kenangannya pasti akan membuat monumen-monumen dirinya agar dapat selalu mengingat bahwa dia itu berkembang.
Sebuah reuni, seseorang juga bisa mendapatkan self esteem. Karena saat reuni, kita pasti bertemu dengan teman-teman lama yang tentunya tahu sifat kita dulu.
Ini bukan dalih, tapi patut direnungkan. Manfaat Reuni adalah salah satu jalan menyambung dan memelihara tali silaturahim yang sangat dianjurkan oleh agama.
Reuni akan bermanfaat, Reuni akan sehat dan positif bila kita tidak EGOIS. Gak usah mikir yang macama-macam tentang reuni. Gak usah pakai “jaket” kekinian untuk mengenang masa lampau. Gak usah bawa-bawa pangkat, jabatan, harta atau status sosial. Sepakatilah, reuni atau temu kangen seharusnya “melepas” jaket KEAKUAN dalam pertemanan. Berteman adalah KITA, Kamu dan Aku bersama-sama. Itu saja.

REUNI, temu kangen apalah namanya cukup dengan spirit DAKU KEKET alias DAtang-KUmpul-KEnang-KETawa.
DATANG, selalu datang saat ada undangan pertemuan. Karena pertemanan akan bisa langgeng bukan hanya untuk “merasa menjadi bagian” tapi butuh untuk “datang” ke dalam bagian.
KUMPUL, berkumpul, menjadi SATU, menjadi KITA bukan aku atau kamu. Selalu kompak dan saling mengerti. Karena “kumpul” kita akan menjadi kokoh dan solid. Jika tidak, maka kita akan tercerai berai.
KENANG, mengenang saat indah waktu sekolah, waktu di kampus karena itu menyehatkan. Mengenang masa yang lalu adalah sebab kita menjadi sekarang, kenanglah yang lalu asal kita tak tenggelam pada masa lalu.
KETAWA, bangkitkan ruang gembira pada diri kita. Ketawa dan tertawalah tentang masa lalu kamu, masa lalu kita yang culun, sok innocent. Dan ingat, KETAWA di zaman sekarang sulit padahal menyehatkan. Kesibukan kerja, stress atau keseharian masing-masing makin membuat kita susah tertawa. Maka, KETAWA-lah karena itu penting.
Tapi kalo mau agak jelas, untuk apa kita reuni atau temu kangen?
Mungkin beberapa alasan ini bisa jadi acuan, agar reuni kita sehat dan positif. Bukan malah sebaliknya. Apa aja manfaat reuni:
1. Menjalin kembali tali silaturahim dan saling bertukar informasi, karena kita sudah tidak pernah atau jarang ketemu lagi.
2. Mengenang masa lalu yang sehat dan positif, karena ini terapi hati dan pikiran yang positif. Bisa terbebas dari sakit, makin rileks dan bikin ketawa. Asal hati-hati aja, gak usah pengen “kembali” ke masa lalu. Apalagi urusan mantan pacar, CLBK dan sebagainya karena itu mengganggu keharmonisan semuanya.
3. Mengembalikan eksistensi dan kembali belajar, karena tiap orang punya eksistensi dan potensi dalam diri. Kita bisa belajar dari teman, dari pertemanan yang sebegitu lama.
4. Memperpanjang usia, karena kita bisa mengurangi stress atau depresi. Bahkan sebuah penelitian menemukan bahwa seseorang yang banyak dikelilingi teman dan saudara, kemungkinan meninggalnya berkurang 50 persen dibandingkan mereka yang tidak memiliki kehidupan sosial. Kehidupan sosial yang lebih baik membuat kita rata-rata hidup 3,7 tahun lebih lama. Dan ingat soal umur, penentunya bukan kita tapi Allah, kita hanya ikhtiar aja.
5. Bekerjasama untuk amal, karena menjadi tujuan yang sangat positif dari pertemanan. Amal dan berbuat untuk sesame inilah tujuan utam reuni atau temu kangen, dimanapun dan kapanpun. Sejauh amal ini belum dilakukan, maka reuni dan temu kangen agak sulit berkembang. Karena reuni, bukan sekedar kumpul lalu bubar.
Ingat, kita bukan siapa-siapa. Kita juga bukan apa-apa. Maka peliharalah TEMAN dan PERTEMANAN kita. Karena kita adalah HOMO HOMINI SOCIUS, manusia adalah kawan bagi sesama.

Nah kalau kamu mau ikut temu kangen khususnya alumnus 93
silahkan hubungi temen temen yg ada di VIEW  BANNER yang ada di atas ya ...!!
ditunggu kehadirannya .... 


MOMEN INI AKAN DILAKSANAKAN DI BLORA KOTA KELAHIRAN TEMEN TEMEN SEMUA ...
DIBAWAH INI ADALAH VIEW GOGGLE MAP 
ALAMAT YANG AKAN MENJADI TEMPAT TEMU KANGEN 
SMPN 3 BLORA TAHUN 1993
WAKTU PELAKSANAAN 17 JUNI 2018 
TEMPAT
IKAN BAKAR Mr. GREEN SESO - JEPON - BLORA





Demikian dari Must@goestz
Salam DAKU KEKET 

November 18, 2013

SMK Muhammadiyah 1 Blora Gelar Program Carier Center

Melalui program carier center yang ada, para alumni, masyarakat sekitar SMK Muhammadiyah 1 Blora serta  lulusan SMA, MA yang lain bisa memiliki kemampuan dan ketrampilan dibidang otomatif. Dengan demikian mereka nantinya bisa memiliki wawasan dan bisa menumbuhkan semangat untuk bekerja atau mengembangkan usaha tersebut melalui wiraswasta dibidang perbengkelan otomotif.

"Carier Center ini khusus bagi alumni dan masyarakat sekitar yang belum bekerja mereka diberikan pelatihan dan terjun langsung di bengkel," ungkap Kepala SMK Muhammadiyah 1 Blora Sunarwanto.

Menurutnya 20 peserta tersebut sebelum dilepas di bengkel resmi sebelumnya menerima pelatihan selama 12 hari di bengkel mobil SMK Muhammadiyah 1 Blora, yang sudah standart kerja karena menjadi binaan dari PT Astra Daihatsu Motor Indonesia sebagai sekolah berbasis industri (SBI), dan sekaligus menjadi SMK di Blora satu-satunya yang menyelenggarakan program Carier Center.

Selama pelatihan di SMK mereka dibekali dengan kemampuan dibidang engine tune up convensional, brake dan elektrikal Boody. Sunarwanto menambahkan bahwa program itu merupakan kali pertama kali diadakan dengan sumber dana dari bantuan provinsi bidang pendidikan tahun 2013.

"Mereka akan praktek langsung di lima bengkel mobil yang ada di Blora, memang kami spesialisi di bidang mobil," jelasnya.

Lima bengkel mobil yang di jadikan tempat praktek adalah Bengkel Sidodadi, Perdana, Unggul jaya, Samudra jaya dan Malik Motor.

Dirinya berharap agar kesempatan ini bisa digunakan sebaik-baiknya oleh para peserta pelatihan dengan demikian bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman yang baik, serta bisa memiliki peluang kerja karena sudah memiliki keahlian dan kemampuan dibidang teknik perbengekelan khususnya mobil.

"Kami ingin agar mereka nantinya bisa mendapatkan pekerjaan setelah mendapatkan keahlian dibidang otomotif," tandasnya.





Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Blora Achmad Wardoyo menyambut baik adanya program tersebut, dan SMK memberikan manfaat kepada masyarakat ataupun To Alumni SMK Muhammadiyah 1 Blora yang ada. "Hal ini sekaligus untuk mendukung bahwa Blora sebagai Kabupaten Vokasi untuk sekolah SMK," kata Wardoyo.

October 08, 2013

Kesenian Barongan Dari Blora

Barongan Blora

Kesenian Barongan Dari Blora

Kesenian Barong atau lebih dikenal dengan kesenian Barongan merupakan kesenian khas Jawa Tengah. Akan tetapi dari beberapa daerah yang ada di Jawa Tengah Kabupaten Blora lah yang secara kuantitas, keberadaannya lebih banyak bila dibandingkan dengan Kabupaten lainnya.

Seni Barong merupakan salah satu kesenian rakyat yang amat populer dikalangan masyarakat Blora, terutama masyarakat pedesaan. Didalam seni Barong tercermin sifat-sifat kerakyatan masyarakat Blora, seperti sifat : spontanitas, kekeluargaan, kesederhanaan, kasar, keras, kompak, dan keberanian yang dilandasi kebenaran.

Barongan dalam kesenian barongan adalah suatu pelengkapan yang dibuat menyerupai Singo Barong atau Singa besar sebagai penguasa hutan angker dan sangat buas.

Adapun tokoh Singobarong dalam cerita barongan disebut juga GEMBONG AMIJOYO yang berarti harimau besar yang berkuasa.

Kesenian Barongan berbentuk tarian kelompok, yang menirukan keperkasaan gerak seekor Singa Raksasa. Peranan Singo Barong secara totalitas didalam penyajian merupakan tokoh yang sangat dominan, disamping ada beberapa tokoh yang tidak dapat dipisahkan yaitu :

1. Bujangganong / Pujonggo Anom

2. Joko Lodro / Gendruwo

3. Pasukan berkuda / reog

4. Noyontoko

5. Untub

Selain tokoh tersebut diatas pementasan kesenian barongan juga dilengkapi beberapa perlengkapan yang berfungsi sebagai instrumen musik antara lain : Kendang,Gedhuk, Bonang, Saron, Demung dan Kempul. Seiring dengan perkembangan jaman ada beberapa penambahan instrumen modern yaitu berupa Drum, Terompet, Kendang besar dan Keyboards. Adakalanya dalam beberapa pementasan sering dipadukan dengan kesenian campur sari.

Kesenian barongan bersumber dari hikayat Panji, yaitu suatu cerita yang diawali dari iring-iringan prajurit berkuda mengawal Raden Panji Asmarabangun / Pujonggo Anom dan Singo Barong.

Adapun secara singkat dapat diceritakan sebagai berikut :

“ Prabu Klana Sawandana dari Kabupaten Bantarangin jatuh cinta kepada Dewi Sekartaji putri dari Raja Kediri, maka diperintahlah Patih Bujangganong / Pujonggo Anom untuk meminangnya. Keberangkatannya disertai 144 prajurit berkuda yang dipimpin oleh empat orang perwira diantaranya : Kuda Larean, Kuda Panagar, Kuda Panyisih dan Kuda sangsangan. Sampai di hutan Wengkar rombongan Prajurit Bantarangin dihadang oleh Singo Barong sebagai penjelmaan dari Adipati Gembong Amijoyo yang ditugasi menjaga keamanan di perbatasan. Terjadilah perselisihan yang memuncak menjadi peperangan yang sengit. Semua Prajurit dari Bantarangin dapat ditaklukkan oleh Singo Barong, akan tetapi keempat perwiranya dapat lolos dan melapor kepada Sang Adipati Klana Sawandana. Pada saat itu juga ada dua orang Puno Kawan Raden Panji Asmara Bangun dari Jenggala bernama Lurah Noyontoko dan Untub juga mempunyai tujuan yang sama yaitu diutus R. Panji untuk melamar Dewi Sekar Taji. Namun setelah sampai dihutan Wengker, Noyontoko dan Untub mendapatkan rintangan dari Singo Barong yang melarang keduanya utuk melanjutkan perjalanan, namun keduanya saling ngotot sehingga terjadilah peperangan. Namun Noyontoko dan Untub merasa kewalahan sehingga mendatangkan saudara sepeguruannya yaitu Joko Lodro dari Kedung Srengenge. Akhirnya Singo Barong dapat ditaklukkan dan dibunuh. Akan tetapi Singo Barong memiliki kesaktian. Meskipun sudah mati asal disumbari ia dapat hidup kembali. Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke R. Panji, kemudian berangkatlah R. Panji dengan rasa marah ingin menghadapi Singo Barong. Pada saat yang hampir bersamaan Adipati Klana Sawendono juga menerima laporan dari Bujangganong ( Pujang Anom ) yang dikalahkan oleh Singo Barong. Dengan rasa amarah Adipati Klana Sawendada mencabut pusaka andalannya, yaitu berupa Pecut Samandiman dan berangkat menuju hutan Wengker untuk membunuh Singo Barong. Setelah sampai di Hutan Wengker dan ketemu dengan Singo Barong, maka tak terhindarkan pertempuran yang sengit antara Adipati Klana Sawendana melawan Singo Barong. Dengan senjata andalannya Adipati Klana Sawendana dapat menaklukkan Singo Barong dengan senjata andalannya yang berupa Pecut Samandiman. Singo Barong kena Pecut Samandiman menjadi lumpuh tak berdaya.

Akan tetapi berkat kesaktian Adipati Klana Sawendana kekuatan Singo Barong dapat dipulihkan kembali, dengan syarat Singo Barong mau mengantarkan ke Kediri untuk melamar Dewi Sekartaji. Setelah sampai di alun-alun Kediri pasukan tersebut bertemu dengan rombongan Raden Panji yang juga bermaksud untuk meminang Dewi Sekartaji. Perselisihanpun tak terhindarkan, akhirnya terjadilah perang tanding antara Raden Panji dengan Adipati Klana Sawendano, yang akhirnya dimenangkan oleh Raden Panji. Adipati Klana Sawendana berhasil dibunuh sedangkan Singo Barong yang bermaksud membela Adipati Klana Sawendana dikutuk oleh Raden Panji dan tidak dapat berubah wujud lagi menjadi manusia ( Gembong Amijoyo ) lagi. Akhrnya Singo Barong Takhluk dan mengabdikan diri kepada Raden Panji, termasuk prajurit berkuda dan Bujangganong dari Kerajaan Bantarangin.

Kemudian rombongan yang dipimpin Raden Panji melanjutkan perjalanan guna melamar Dewi Sekartaji. Suasana arak-arakan yang dipimpin oleh Singo Barong dan Bujangganong inilah yang menjadi latar belakang keberadaan kesenian Barongan.”

Nah ini lah sedikit cerita yang bisa kita ambil dari beberapa pendapat sesepuh dari Blora.
kalau mungkin ada kurangnya dan sobat semua bisa menambahi atau mengoreksi silahkan di Komentar nya ok ...

Salam 
 

Fosil Kerbau Purba ditemukan di Blora

Fosil Kerbau Purba ditemukan di Blora














Seorang penggali pasir di Dukuh Singget, Desa Menden, Kecamatan Kradenan, Blora, Jawa Tengah, menemukan fosil kerbau purba berukuran raksasa, Kamis (3/12/2009).

Fosil kerbau itu ditemukan di area penggalian pasir, tepian sungai Bengawan Solo, Blora. Penemuan tidak disengaja ini selanjutnya dilaporkan ke tim vertebrata dan paleontologi untuk diteliti lebih lanjut.

Fosil kepala kerbau yang hampir menyerupai batu ini, pertama kali ditemukan oleh Suparjan. Dia semula menduga, benda yang dia temukan adalah fosil gajah, seperti yang pernah ditemukan dalam kondisi utuh, beberapa waktu lalu.

Suparjan pun akhirnya mengangkat bagian tanduk dan tulang kepala fosil bernama latin bubalus palaeokarabau itu, dari lubang galian, dengan menggunakan linggis serta cangkul.

Tak pelak, temuan ini pun langsung menggemparkan warga dukuh ini. Mereka berbondong-bondong ingin melihat secara langsung temuan ilmiah ini. Warga setempat mengaku, baru kali ini melihat ukuran kerbau yang mempunyai tanduk hingga mencapai satu meter lebih. Selain tanduk terdapat pula sisa fosil yang belum tergali yang diduga tulang belakang dari hewan ini.

Demikian sekedar informasi kalau ada kurang dan lebihnya saya mohon maaf 

Salam 
 

April 21, 2013

Oknum Polisi Borgol Anak Kecil

OKNUM POLISI BORGOL ANAK KECIL

BLORA - Jum'at 19 April'13 Pagi hari kemarin warga Ngawen, Kab. Blora dikejutkan dengan sebuah peristiwa memprihatinkan. Seorang anak kelas VII SMP berinisial R di borgol oleh seorang oknum POLISI berinisial Bripka AA. Anak tersebut diborgol kedua tangannya pada pagar depan rumah oknum polisi tersebut. Hal ini hanya karena anak tersebut hendak memetik 3 biji buah kelengkeng yang tumbuh menggantung diluar pagar rumah polisi itu. Pagi �?? pagi anak ini berjalan �?? jalan dan melihat buah kelengkeng lezat yang bergantungan, karena tergantung diluar pagar si anak tersebut hendak ingin memetik buah kelengkeng tersebut. Tiba �?? tiba si pemilik rumah yang merupakan anggota Polsek Ngawen mengetahui hal itu. 
Polisi ini marah dan memborgol kedua tangan anak ini layaknya seperti anjing yang dirantai dipagar depan rumah. Setelah diborgol, kemudian anak ini dibiarkan begitu saja hingga berjam �?? jam seperti itu. Warga yang melintas depan rumah itu berdatangan dan sungguh menyesalkan
perbuatan polisi tersebut. Mereka menilai perbuatan polisi itu sungguh keterlaluan dan
biadab sekali untuk hal sepele seperti itu. �??Kejam sekali orang itu! Padahal hanya untuk buah kecil seperti itu kok sampai memperlakukan anak seperti binatang saja�??, kata salah seorang warga. �??
Seharusnya hanya diperingatkan saja anak ini sudah takut dan tidak berani lagi. Kenapa musti sekejam
itu?�?? komentar warga. "Mentang - mentang punya borgol punya senjata, apa seenaknya begitu menghakimi orang???" Mereka bergerombol ramai �?? ramai berniat ingin melepaskan anak tersebut dan hendak menebang pohon kelengkeng tersebut agar tidak menimbulkan masalah lagi. Namun, tetap saja warga kecewa dan benci atas perbuatan tetangganya tersebut. Meskipun begitu, tidak ada rasa bersalah sama sekali dari polisi tsb, bahkan justru lebih menampakkan sikap menantang. Hal ini mengingatkan kita ada kasus - kasus sebelumnya yaitu kasus kakao, sendal jepit, dll. Kasus sepele seperti ini yang seharusnya bisa ditangani dengan sederhana malah justru jadi masalah besar karena ketidakmampuan dalam mengontrol emosi. terlebih lagi orang yang menghakimi anak dengan tidak wajar ini adalah seorang POLISI. 
Apakah begini hukum di Indnesia??? Wahai Aparatur negara?? Menghukum anak dibawah umur dengan cara yang tidak manusiawi, akan membuat mental kejiwaan anak ini terganggu. Terbukti, setelah kejadian itu anak tsb tidak mau masuk sekolah. Dengan begini tentunya akan berpengaruh buruk dengan masa depan anak tsb. Mari tegakkan keadilan!!! Wahai orang - orang yang punya rasa kemanusiaan dan mau peduli dengan kasus ini, silahkan komentar dan bagikan berita ini. Terimakasih

March 31, 2013

Blora Juara Festival Tayub Jateng - Jatim

Blora Juara Festival Tayub Jateng - Jatim
Tim tayub Kabupaten Blora berhasil menjuarai festival tayub se-Jateng dan Jatim yang digelar di Kabupaten Grobogan.
Blog Agus
Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora, Slamet Pamuji, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Suntoyo S Kar, Jumat (29/3), mengemukakan festival tayub tersebut dilaksanakan guna memperingati HUT Kabupaten Grobogan.
Sebanyak 19 grup tayub mengikuti lomba yang dipusatkan di alun-alun Grobogan, Rabu (27/3), tersebut. Selain dari sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah, festival diikuti pula beberapa grup tayub dari Jawa Timur. Di antaranya dari Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro.
Hasilnya, dewan juri memutuskan tim tayub binaan DPPKKI Blora mengumpulkan nilai terbanyak dan dinobatkan sebagai juara pertama. "Dalam festival tersebut kami menampilkan pesinden-pesinden senior. Pengalaman mereka menjadikan tim kami meraih juara pertama," ujarnya.
Suntoyo mengungkapkan dalam festival itu panitia penyediakan sejumlah peralatan yang dibutuhkan, di antaranya peralatan tetabuhan. Sedangkan tim peserta menampilkan penari-penari tayubnya.
Meski begitu tim Blora membawa serta pula personel yang ditugaskan secara khusus menabuh tetabuhan. Tujuannya agar tarian yang ditampilkan sinergi dengan musik yang ditabuh. "Dan ternyata usaha kami membuahkan hasil yang membanggakan. Tarian yang disuguhkan mencirikan daerah masing-masing," tandasnya.
Di festival kali ini juara kedua diraih tim tayub dari Kabupaten Wonogiri sedangkan juara ketiga direbut Kabupaten Sragen.
Sementara itu di acara yang berbeda, permainan tradisional rakyat Blora belum lama ini dinilai dewan juri tingkat Provinsi Jateng. Permainan rakyat yang ditampilkan Blora adalah Barongan serta Keroncong Punakawan.
Jika lolos dalam penilaian tersebut, Blora akan mewakili Jateng dalam lomba permainan rakyat tingkat nasional yang diadakan Forum Komunikasi Media Tradisional
Selamat untuk Group Tayub Kota Blora  


Salam 
Sumber : Blora

March 20, 2013

Makanan/Jajanan Khas Kota Blora Mustika

Jajanan Khas Kota Blora Iwel - iwel
Makanan/Jajanan Khas Kota Blora Mustika - Salam jumpa lagi dengan Blog Agus. Kali ini saya akan mengenang masa kecil saya, di tanah kelahiran saya yaitu BLORA. mungkin ini terlihat ringan dan sebatas makanan waktu kecil, tapi ini merupakan Makanan/Jajanan Tradisional Khas Kota Blora mungkin di zaman era yang sekarang bisa di katakan kita tidak akan menjupainya sesering mungkin, dibandingkan di zaman dulu waktu saya masih kecil. Dalam sebuah tradisi, sering kali kita menjumpai sesuatu yang beda dan bahkan belum pernah kita lihat dan rasakan. Mungkin bisa dalam bentuk tarian, pakaian, makanan dan lain sebagainya.
    Di daerah Blora selain terkenal dengan sebutan kota sate, ternyata masih banyak menyimpan jenis makanan khas lainnya. Di Blora dalam acara "sepasaran" dan "selapanan" manten, juga bisa kita jumpai disitu ada makanan yang khas dan konon katanya pasti ada dan tersaji dalam acara tersebut. Nama makanan tersebut adalah "IWEL-IWEL". Aneh memang kedengarannya, tapi itulah namanya. Makanan tersebut terbuat dari tepung beras ketan dan dikasih sedikit gula pasir kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dengan bentuk yang unik dan khas, kemudian cara masaknya dengan "dikukus"
    Mungkin kalau suatu saat anda bisa berkunjung atau singgah di daerah Blora terutama di pedesaannya, anda bisa bertanya dan bahkan sekaligus merasakannya apa itu "iwel-iwel" tersebut.   
Tentunya anda penasaran, gimana sih bentuknya.... ? Kebetulan saya baru saja merasakan makanan tersebut. 
Demikian cerita saya, hanya sekedar untuk mengenang masa kecil di tempat kelahiran. 

Salam 



January 02, 2013

Visit Jawa Tengah 2013 Tahun Kunjungan Wisata

Gambar by Blog Agus From Goggle
Visit Jawa Tengah 2013 Tahun Kunjungan Wisata telah dimulai. Pemkab Blora berupaya turut menyukseskan program yang digagas Pemprov Jateng tersebut. Caranya, antara lain dengan menyiapkan paket wisata andalan yang akan dikunjungi para wisatawan nusantara maupun mancanegara.

"Kami akan bekerjasama dengan biro wisata agar mengarahkan para wisatawan berkunjung ke Blora," ujar Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora, Bondan Sukarno, Rabu (2/1).

Dia menyadari obyek wisata di Blora masih kurang dikenal para wisatawan. Beda halnya dengan obyek wisata di kabupaten dan kota lainnya di Jateng yang selama ini menjadi jujugan para wisatawan seperti Kota Semarang, Solo, Klaten, Salatiga, Banjarnegara, Jepara dan lain sebainya.

Namun begitu bukan berarti Blora berdiam diri. Kekhasan Blora akan lebih ditonjolkan untuk menggaet wisatawan.

"Setiap kabupaten dan kota mempunyai ciri khas masing-masing, baik seni budayanya maupun obyek wisatanya. Ciri khas itulah yang tidak dijumpai di daerah lain. Kami ingin 'menjual' kekhasan Blora itu di tahun kunjungan Jateng 2013," tegasnya.

Kekhasan itu di antaranya seni budaya barongan dan tayub serta budaya masyarakat samin. Selain itu juga obyek wisata lainnya seperti baca juga di sini  Tour Loko tua andalan Di Blora, wisata geologi sumur tua, gubug payung dengan jati alam yang berusia ratusan tahun dan lain sebagainya.

Menurut Bondan Sukarno sebagai persiapan tahun kunjungan wisata Jateng, pihaknya juga memperbarui data obyek wisata di Blora. Selain itu juga pemasangan rambu atau benner dan petunjuk jalan lainnya. Hal itu bertujuan untuk memudahkan wisatawan menemukan obyek wisata yang hendak dituju di Blora.
itulah sekilas tentang akan dilaksanakannya Visit Jawa Tengah 2013 Tahun Kunjungan Wisata
Salam Blogger 
Sumber : Blora 

Tour Loko Tua Wisata Andalan Di Blora

Untuk menuju Tour Loko Tua Wisata Andalan Di Blora, para wisatawan dapat menempuhnya dengan kendaraan roda empat atau bus melalui jalur Surakarta–Ngawi-Cepu (122 km),Surakarta-Purwodadi-Blora-Cepu (161 km), Semarang-Purwodadi-Blora-Cepu (162 km),Semarang-Kudus-Rembang-Cepu (182 km),dan Surabaya-Bojonegoro-Cepu (149 km). Khusus perjalanan yang ditempuh dari Surakarta, meskipun agak jauh namun lebih menguntungkan bagi wisatawan. Sebab pada jalur ini, wisatawan dapat singgah terlebih dulu di Museum Purbakala Sangiran Kabupaten Sragen, atau menyaksikan keajaiban alam Bledug Kuwu di Grobogan. Bledug Kuwu merupakan daerah penghasil garam tradisional, dimana bahan baku air asinnya bersumber dari kawah yang terlontar dari dalam tanah.

Sejak kawasan hutan yang terbentang luas dimaksimalkan sebagai tempat wisata, Blora langsung merengkuh dua keuntungan sekaligus. 
  • Keuntungan pertama, berupa pemasukan retribusi yang terbukti mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). 
  • Keuntungan kedua, berupa pengakuan dari masyarakat luar daerah, bahwa ternyata Blora tidak seburuk yang dikatakan orang. 
Kini, banyak wisatawan dalam negeri maupun manca negara merasa penasaran jika belum menyaksikan potensi wisata hutan di Blora. Beragam cerita yang berkembang mengatakan, apabila kita menelusuri kedalaman hutan di Blora, maka kita akan bisa mengintip keindahan “surga”. Salah satu sarana bagi wisatawan untuk dapat mengintip keindahan “surga” tadi antara lain dengan memanfaatkan Loko Tour. Wisata Blora Loko Tour ini merupakan paket perjalanan wisata di Hutan Jati KPH Cepu, Blora, dengan rangkaian kereta api yang ditarik lokomotif tua buatan Berliner Maschinenbaun,Jerman, tahun 1928.

Atraksi Tour Loko Tua Wisata Andalan Di Blora
Obyek utama perjalanan ini adalah melihat hutan jati (tectoca grandis) yang dikelola dengan memperhatikan azas kelestarian hutan. Tour Loko Tua Wisata Andalan Di Blora yang dipersiapkan khusus untuk kaum wisatawan, rutenya sangat panjang. Dengan melintasi hutan jati di wilayah :
  • BKPH Ledok, 
  • Kendilan, 
  • Pasar Sore, 
  • Blungun, 
  • Nglobo. 
  • Cabak, 
  • dan Nglebur. 
Dalam ketataprajaan, lokasi-lokasi tersebut berada di wilayah Kecamatan Cepu, Sambong,Jepon, Jiken, Kabupaten Blora. Sedang dua wilayah lainnya, masuk wilayah Kecamatan Kasiman, Bojonegoro, Jatim. Sejumlah obyek wisata yang bisa disaksikan dalam paket Wisata Blora Loko Tour tadi selain lokomotif tua buatan tahun 1928, juga ada :
  • Bengkel Traksi, 
  • TPK Batokan, 
  • Bergojo, 
  • Kegiatan Pengelolaan Huta Jati berprinsip pada azas kelestarian hutan (penanaman, pemeliharaan, tebangan, saradan,angkutan),
  • serta Gubug Payung. 
Bergojo, adalah semacam tempat penampungan air untuk keperluan lokomotif yang terletak di tengah hutan. Di sini, lokomotif akan berhenti sejenak mengisi air. Ketika loko diisi air, para wisatawan diizinkan turun untuk menyaksikan keelokan hutan Blora yang terkenal dengan para pencuri kayunya itu. Sekitar dua kilometer dari Bengkel Traksi, peserta Loko Tour bakal ditunjukkan tempat penimbunan kayu (TPK) Batokan. TPK ini memiliki areal seluas 36,2 hektar, berdaya tampung 40.000 m3 kayu pertukangan dan 10.000 sm. Bersebelahan dengan TPK Batokan, terdapat Industri Pengolahan Kayu Jati (IPKJ) Cepu.
Setelah penat berputar, wisatawan peserta Tour Loko Tua Wisata Andalan Di Blora di pandu oleh pemandu wisata dari Perum Perhutani dibawa ke Gubug Payung. Gubug di pedalaman hutan ini merupakan tempat peristirahatan yang memiliki Monumen Hutan Jati Alam, terletak pada petak 1.092a, BKPH Pasar Sore, KPH Cepu inilah, pengunjung dapat melihat pohon-pohon jati tua yang pernah dipotong tahun 1976. Pohon jati itu sendiri berumur lebih 100 tahun. Ini dibuktikan dengan menghitung lingkaran tahun pada penampang batang yang dipotong, berjumlah sekitar 108 lingkaran. Apabila para wisatawan ingin melakukan paket perjalanan selama dua hari atau lebih dengan Loko Tour, maka panitia telah menyediakan tiga tempat penginapan. Yaitu di Duta Ubaya Rimba (12 kamar), Wisma Sorogo (5 kamar), dan Pesanggrahan (4 kamar). Tarif perjalanan paket Tour Loko ini tergolong murah, hanya 40 dolar/orang/hari, termasuk biaya penginapan dan makan. Selepas menghilangkan rasa penat di Gubug Payung, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan menyaksikan sistem tebang, saradan, dan pengangkutan kayu jati, secara langsung di tengah hutan. 
Dua tahun sebelum ditebang pohon jati mesti dimatikan terlebih dengan cara diteres. Proses ini merupakan upaya mengurangi kadar air di dalam kayu. Dengan langkah tersebut kelak akan diperoleh kayu jati berkualitas tinggi, lebih awet, tidak mudah pecah, ringan waktu diangkut, dan mudah dikerjakan. Setelah mengalami teresan selama dua tahun, pohon jati baru ditebang. Penebangan dilakukan para blandong, yaitu tukang tebang professional yang tinggal di seputar hutan.

untuk itu kita harus bangga menjadi Orang Samin alias Orang Blora
salam blogger 

Sumber : Blora

December 16, 2012

SMK Muh 1 Blora Memeriahkan Parade Seni Budaya

Blog Agus - Parade Seni Budaya dalam rangka Hari Jadi Kab. Blora ke-263 berlangsung meriah. Parade dengan start di aloon-aloon Blora dan finish di depan Kantor DPRD Kab. Blora Jl. A. Yani digelar pada Hari Sabtu dan Minggu (15-16/12) cukup menyedot perhatian masyarakat.
Acara dibuka sekitar pukul 09.00 WIB oleh Wakil Bupati Blora, Abu Nafi dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya acara. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan Drum Band Gita Bahana Vyatra AKAMIGAS-STEM Cepu.

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan ini menjadi kegiatan paling ditunggu-tunggu dalam setiap peringatan Hari Jadi Kab. Blora yang jatuh pada tanggal 11 Desember. Meskipun cuaca panas tidak menyurutkan antusiasme warga untuk menonton. Mereka memadati aloon-aloon dan sepanjang ruas-ruas jalan dilaluinya parade.

Masing-masing kelompok menampilkan tarian di depan panggung
kehormatan dengan durasi waktu paling lama 3 (tiga) menit yang telah ditentukan oleh panitia. Mereka menampilkan tari kreasi baru yang mengangkat sejarah, tradisi, adat istiadat, kesenian, kebudayaan, alam, wisata dan potensi yang ada di Blora, seperti : Barongan, Lamporan, Mantenan, Kayu dan Hutan Jati, Goa Terawang, Tayub, Jaran Kepang, Batik Blora, Hadroh, Barongsai, Mantenan, dll.


Salah satunya SMK Muh 1 Blora yang mengambil tema BATIK BLORA 
inilah pasukan kita yang baru tampil di depan panggung kehormatan



SMK Muh 1 BLORA
 itu adalah salah satu atraksi dari anak2 SMK MUH 1 BLORA yang penuh dengan semangat. Bravo SMK MUH 1 BLORA ......!!!!!! Ucap para penonton.

Sedang Pose dengan para Pengajar
 Setelah itu barulah Pasukan SMK MUH 1 BLORA berkeliling atau berparade ke jalur yang telah di tentukan oleh panitia.

Dan sementara itru di sisi lainnya ...
Seperti nomor urut pertama, SMP Hasanuddin yang mengangkat Kentongan, alat musik tradisional yang terbuat dari bamboo. Mereka memainkannya begitu kompak sehingga keluar irama yang
enak didengar. Sinopsisnya, Kentongan atau thek-thek sebagai alat ronda dan mainan anak-anak pada zaman dahulu dijadikan alat komunikasi bagi masyarakat.

Ada juga yang mengangkat sejarah Senopati Haryo Penangsang persembahan dari Paguyuban Masyarakat Kelurahan Karangboyo Kecamatan Cepu, Tokoh Masyarakat Karangboyo, LSM “Lentera “ Cepu dan Cepu Putra FC. Tarian ini bercerita tentang perselisihan antara Kesultanan Pajang yang pada waktu itu diperintah oleh Hadi Wijaya atau lebih dikenal dengan Joko Tingkir dengan Kadipaten Jipang Panolan yang diperintah oleh Adipati Haryo Penangsang
dikarenakan Haryo Penangsang dipaksa sowan/datang kepada Hadi Wijoyo. Dan tentu saja Haryo Penangsang menolak dikarenakan bahwa sesungguhnya yang berhak bertahta di Pajang bukan Hadi Wijoyo dikarenakan anak mantu atau menantu yang tentu saja secara aturan tidak berhak menduduki tahta Kesultanan Pajang. OLeh karena itu, apabila Haryo Penangsang sungkem ke Pajang berarti sama dengan menyetujui ketidakadilan dan melanggar kode etik dan norma aturan yang berlaku.

Lulus Trilaksono selaku Ketua LSM “Lentera” mengatakan bahwa alasan mengangkat sejarah Haryo Penangsang adalah untuk
meluruskan Jipang Panolan pada masa Adipati Haryo Penangsang yang oleh sebagian orang bahwa Adipati Haryo Penangsang disebut sebagai pemberontak.

Ada juga yang mengangkat alat penumbuk padi jaman dahulu atau lebih dikenal dengan sebutan Lesung. Sedulur Sikep atau masyarakat Samin dari Kecamatan Sambong ini menampilkan kelompok paduan suara dengan menggunakan Lesung sebagai alat musiknya.

Setiap kelompok berusaha tampil maksimal untuk menarik perhatian dewan juri dan penonton dengan memadukan tari, kostum, make up dengan iringan alat musik tradisional seperti :
gamelan, kentongan, terbang, angklung yang semakin memeriahkan suasana.

Make up dan kostum yang mereka pakai juga sangat inovatif disesuaikan dengan tema yang mereka usung. Seperti SMK N 2 Blora yang menampilkan pakaian Batik khas Blora. Mereka berusaha menampilkan kreasi yang unik yang selama ini belum tergali untuk diangkat melalui apresiasi seni.

Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Kab. Blora, Bondan Sukarno mengatakan, Selain untuk memeriahkan Hari Jadi Kab. Blora, melalui
Parade Seni Budaya ini diharapkan bisa menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara sehingga menimbulkan multi efek ekonomi.

Bodan menjelaskan, Peserta dibagi menjadi 3 (tiga) Kelompok, pelajar SMP/sederajat, SMA/sederajat dan Perguruan Tinggi, dan Kelompok umum. Kelompok SMP/sederajat diikuti 29 kelompok, SMA dan Perguruan Tinggi sebanyak 18 kelompok dan kelompok umum yang merupakan perwakilan kecamatan, kelompok organisasi seni, sanggar seni dan Organisasi Masyarakat diikuti 36 kelompok. Ada juga Kelompok partisipan dari Kab. Rembang dan Bojonegoro.

“Masing-masing juara akan memperoleh
piala bergilir, piala tetap, piagam penghargaan dan hadiah berupa uang pembinaan dari Bupati Blora,” jelasnya.

Penilaian dilakukan oleh juri yang berkualitas, mempunyai kemampuan dan wawasan luas dibidang seni budaya dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, terdiri dari Dr. Slamet, M.Hum, Slamet Priyadi, S.Kar, Rabimin, S.Kar, Pamardi, S.Kar, I Ketut Saba, S.Kar, M.Sn dengan kriteria penilaian meliputi kreatifitas, kekompakan, rias/kostum/property, dan penampilan.

Sumber : SMK Muh 1 Blora, Info Blora

December 12, 2012

Meriahnya Kirab Budaya Hari Jadi Blora ke-263

Kirab Budaya Kab. Blora

Kirab Budaya yang digelar Pemkab. Blora dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Blora Ke-263 berlangsung meriah, Selasa (11/12).
Meskipun cuaca pada saat itu cukup panas, namun sepanjang arak-arakan Kirab mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati sisi jalan mulai depan rumah dinas Bupati Blora hingga di depan Kantor DPRD Kab. Blora di Jl. Ahmad Yani yang menjadi route kirab.
Kesempatan melihat Bupati Blora secara langsung dimanfaatkan sejumlah warga untuk bersalaman atau foto dengan bupati.

Sebanyak 2 (dua) Gunungan Lanang dan Gunungan Wadon yang berisi hasil bumi langsung menjadi rebutan masyarakat begitu sampai di depan Kantor DPRD Kab.
Blora.

Subo Manggolo begitu gagah diperankan oleh Lettu Inf. Herliyanto dari Batalyon Yonif 410 Alugoro yang memimpin jalannya Kirab. Di belakangnya, 2 (dua) orang Pembawa Bendera Merah Putih dan Bendera Lambang Daerah, disusul Pembawa Pusaka dari Paguyuban Pandemen Tosan Aji, selanjutnya disusul rombongan Bupati Blora Djoko Nugroho beserta istri dan Muspida beserta istri, Manggolo Retno, Manggolo Yudho, Prajurit Tetabuhan, Gunungan Lanang, Gunungan Wadon, Sedulur Sikep, Duta Wisata, DPRD dan Setwan, Kelompok Penengak Hukum dari Polres, Kejaksaan Negeri, Pengadilan
Negeri, Rutan, Kodim 0721 dan Pengadilan Agama.

Kemudian menyususul di belakangnya, rombongan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Instansi Vertikal, Kelompok PT/Persero/BUMN/BUMD dan Perbankan yang ada di Blora.

Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Kab. Blora, Drs. Bondan Sukarno, MM yang juga selaku Ketua Seksi Kirab mengatakan, kirab Budaya yang diadakan pada saat Hari Jadi Kab. Blora akan terus ditingkatkan dalam rangka untuk memeriahkan sekaligus sebagai hiburan masyarakat.

”Pemkab. Blora juga akan menggelar
Parade Seni Budaya, Sabtu dan Minggu (15-16/12). Peserta dari berbagai kelompok kesenian, pelajar dan masyarakat. Mereka akan menampilkan berbagai kesenian yang berkembang di masyarakat atau kreasi baru yang terinspirasi dari tradisi maupun adat istiadat yang ada dimasyarakat,” imbuhnya.

Sementara Itu Malam Harinya Di laksanakan Resepsi Hari Jadi Blora Ke-263

Malam Resepsi Hari Jadi Kab. Blora Ke-263
 Bupati Blora Djoko Nugroho beserta istri potong tumpeng dimalam Resepsi Hari Jadi Kabupaten Blora Ke-263 yang dilaksanakan di pendopo rumah dinas bupati, Selasa (11/12).
Tumpeng kemudian diserahkan kepada Ketua DPRD Kab. Blora Maulana Kusnanto beserta istri. Resepsi dihadiri Wakil Bupati Blora Abu Nafi beserta istri, Plt Sekda Kab. Blora Sutikno Slamet beserta istri, Muspida Kab. Blora beserta istri, Pimpinan SKPD, Instansi Vertikal, BUMN, BUMD, Perbankan dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan piala dan hadiah kepada pemenang lomba dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kab. Blora.

Setiap tamu yang hadir juga berkesempatan mendapatkan doorprize yang telah disediakan oleh panitia,
diantaranya sepeda gunung, tv, lemari es, kipas angin, dll. Sedangkan yang beruntung mendapatkan hadiah utama seekor sapi adalah Emilia Endah yang bertugas sebagai staf di Bagian Humas dan Protokol Setda Kab. Blora.

Dihadapan mantan Bupati Blora, Sumarno, mantan pejabat Blora dan tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Bupati berharap agar peringatan hari jadi Kab. Blora ke-263 sebagai momentum untuk membangun Blora semakin maju dan sejahtera.

Sumber : Blora.news

October 16, 2012

Wisata Ziarah Kota Blora


MAKAM BUPATI BLORA TEMPO DULU
Makam Bupati Blora tempo dulu terletak di Desa Ngadipurwo Kecamatan Blora + 7 Km. ke arah Utara kota Blora. Dilokasi ini terdapat 8 (delapan) makam Bupati tempo dulu yang pernah menjabat di Kabupaten Blora dari Tahun 1762-1925. Untuk mengenang jasa-jasanya setiap tahun diadakan upacara ziarah yang berkaitan dengan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora pada tanggal 11 Desamber. Adapun Bupati yang dimakamkan di Makam Ngadipurwo adalah: R.T. JAYENG TIRTONOTO, yaitu Bupati Blora Timur yang memerintah Tahun 1762-1782 pada masa Bupati kembar, yaitu R. WILOTIKTO di Blora Barat, tetapi kemudian R.T. WILOTIKTO menyerahkan kekuasaannya kepada R.T. JAYENG TIRTONOTO karena R. WILOTIKTO dipindahkan oleh ayahandanya di Kabupaten Pati. Dengan demikian sejak saat itu R.T. JAYENG TIRTONOTO memrintah sepenuhnya di Kabupaten Blora R.T. PRAWIROYUDO, yaitu Bupati Blora yang memerintah pada Tahun 1821-1823 R.T. WIRTONEGORO III, Bupati Blora yang memerintah pada Tahun 1823-1842 Bupati JOYONEGORO ( putra Bupati Bojonegoro) R.M.T.A. COKRONEGORO I, Bupati Blora yang memerintah pada Tahun 1842 ( hanya 7 Bulan) R.M.T.A. COKRONEGORO, Bupati Blora yang memerintah pada Tahun 1857-1885 R.M.T.A. COKRONEGORO III, Bupati Blora yang memerintah pada Tahun 1886-1908 R.M. SAID ABDUL KODIR, Bupati Blora yang memerintah pada Tahun 1908-1925.

MAKAM SUNAN POJOK
Makam Sunan Pojok terletak di jantung Kota Blora, tempatnya di sebelah Selatan alon-alon Kota Blora. Dari data yang diperoleh bahwa makam Sunan Pojok adalah makam SUROBAHU ABDUL ROHIM, ia adalah seorang Perwira di Mataram yang telah berhasil memadamkan kerusuhan di pesisir utara ( Tuban). Sekembalinya dari Tuban jatuh sakit dan meninggal dunia di Desa POJOK ( Blora ). Pangeran SUROBAHU ABDUL ROHIM dikenal pula dengan sebutan Pangeran Pojok, makam tersebut sampai sekarang masih dipelihara dan dihormati oleh masyarakat. Kemudian karen jasanya , maka puteranya yang bernama JAYA DIPA diangkat menjadi Bupati Blora yang pertama ( dinasti Surobahu Abdul Rohom ), setelah wafat digantikan putranya JAYA WIRYA, kemudian JAYA KUSUMA yang keduanya setelah wafat dimakamkan di lokasi makam Pangeran Pojok Kauman. Makam ini sering dikunjungi oleh masyarakat dalam dan luar kota terutama malam Jumat Pon, dan pada Bulan Suro diadakan Khol yang dihadiri peziarah dari berbagai wilayah di Blora.

PMAKAM KH.ABDUL KOHAR
Makam K.H. ABDUL KOHAR, terletak di Desa Ngampel Kecamatan Blora + 10 Km kearah Utara Kota Blora ( jurusan Blora - Rembang ). K.H. ABDUL KOHAR adalah keturunan dari Kasultanan Demak, yaitu RADEN TRENGGONO. Semasa hidupnya K.H. Abdul Kohar selalu mengembara untuk memperdalam ilmu Agama Islam, akan tetapi setelah bertemu dengan Kyai NOOR FEQIEH disarankan supaya menetap disuatu tempat, yang akhirnya menetap,di Desa Ngampel dengan memulai babat hutan, mendirikan Masjid, Pondok Pesantren dan lain-lain. K.H. Abdul Kohar akhirnya meninggal dan dimakamkan di Desa Ngampel dan sampai sekarang selalu diperingati setiap tanggal 15 Suro Tahun Jawa.

MAKAM JATI KUSUMO DAN JATI SWARA
Makam Jati Kusumo dan Jati Swara terletak di Desa Janjang Kecamatan Jiken + 31 Km. ke arah Tenggara dari Kota Blora atau + 10 Km. dari Kecamatan Jiken. Mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Menurut cerita Rakyat Pangeran Jati Kusumo dan Pangeran Jati Swara adalah dua bersaudara putera dari Sultan Pajang.

PETILASAN KADIPATEN JIPANG
Petilasan Kadipaten Jipang terletak di Desa Jipang, Kecamatan Cepu + 45 Km ke arah Tenggara dari kota Blora. Obyek wisata ini merupakan obyek wisata peninggalan sejarah dan adat budaya. Pada jaman kerajaan Pajang Kadipaten Jipang Panilan terletak di Desa Jipang Kecamatan Cepu yang letaknya persisi di pinggir Sungai Bengawan Solo. Disamping sebagai pusat pemerintahan juga sebagai Bandar perdagangan dengan memanfaatkan sungai Bengawan Solo. Kadipaten Jipang saat itu dibawah pemerintahan ARYA PENANGSANG dengan kudanya yang terkenal sakti bernama GAGAK RIMANG, yang sampai saat ini diabadikan menjadi nama RSPD kabupaten Blora.

MAKAM SRIKANDI ACEH POUCUT MEURAH INTAN
Makamnya terletak di Pemakaman Umum di Desa Temurejo Kecamatan Blora + 5 Km. kearah Utara dari Alon-alon kota Blora. Beliau adalah pahlawan wanita dari Aceh, yang oleh Belanda diasingkan di Daerah Blora dan meninggal pada tahun 1937, dan dimakam kan di Desa Temurejo Kecamatan Blora.

MAKAM MALING GENTIRI
Makam maling Gentiri terletak di Desa Kawengan kecamatan Jepon + 12 Km kearah timur dari kota Blora, mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Menurut buku karya Sartono Dirjo (tahun 1984) serta buku tradisional Blora karya Prof. Dr. Suripan Sadi Hutomo (tahun 1996) serta hasil dari cerita rakyat, Gentiri adalah anak dari Kyai Ageng Pancuran yang pada saat hidupnya mempunyai kesaktian tinggi (sakti mondroguo), suka menolong kepada orang yang sedang kesusahan, orang yang tidak mampu dan sebagainya. Namun dia suka mencuri (maling) bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk orang lain yang sedang kesusahan. Maling gentiri dujuluki Ratu Adil yang dianggak sebagai tokoh yang suka mengentaskan rakyat dari kemiskinan. Dengan perjalanan sejarah yang panjang akhirnya Maling Gentiri sadar dan semua perbuatan yang melanggar hokum dia tinggalakan dan akhirnya dia meninggal dan dimakamkan di Desa Kawengan Kecamatan Jepon. Karena jasa-jasanya banyak masyarakat setempat atau dari daerah lain yang dating ke makam tersebut karena masih dianggap keramat (Karomah) baik berziarah maupun tujuan tertentu.

MAKAM PURWO SUCI NGRAHO KEDUNGTUBAN
Makam Purwo Suci terletak di dukuh Kedinding Desa Ngarho kecamatan Kedungtuban + 43 Km kearah tenggara dari kota Blora, mudah dijangkau kendaraan roda dua ataupun roda empat sampai kejalan desa, serta jalan kaki sambil menikmati pemandangan alam untuk mencapai ke makam + 500 m karena letaknya berada di puncak perbukitan dengan luas areal + 49 m2. menurut informasi atau cerita dari masyarakat setempat, makam Purwo Suci adalah makam seorang Adipati Panolan sesudah Ario Penangsang bernama Pangeran Adipati Noto Wijoyo. Didalam halaman tersebut juga terdapat makam Nyai Tumenggung Noto Wijoyo. Karena jasa-jasanya yang sampai saat ini masih dikunjungi masyarakat untuk tujuan tertentu bahkan pernah dipugar oleh Bupati Blora pada tahun 1864 dengan memakai sandi sengkolo, Karenya Guna Saliro Aji (1864) menurut cerita yang panjang makam ini cocok dikunjungi wisatawan yang senang olah roso dan olah kebatinan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. 
Nah inilah sekilas tentang Wisata Ziarah yang ada di kota blora 

sumber berita : berita blora

September 25, 2012

Wisata Alam Kota Blora

GOA TERAWANG
Goa Terawang merupakan obyek wisata alam, terbentuk di daerah endapan batu Gamping Pegunungan Kapur Utara berumur + 10 juta tahun. Terletak di Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan kawasan Hutan KPH Blora + 35 Km. arah Barat Kota Blora. Goa Terawang mempunyai panjang alur/terawang terpanjang + 180 m dengan kedalaman 5-11 m dibawah permukaan tanah. Didalamnya terdapat stalakmit dan stalaktit yang sangat indah dan menawan. Di kawasan ini pula terdapat beberapa goa-goa yang tidak kalah menariknya, antara lain goa Kidang, Goa Suru, Goa Manuk, dll.

WADUK BENTOLO
Waduk Bentolo juga terletak tidak jauh dari lokasi Goa Terawang. Waduk Bentolo disamping sebagai obyek wisata juga digunakan sebagai irigasi lahan pertanian, di kawasan ini pula terdapat Bumi Perkemahan yang sangat luas dan dikenal dengan nama Bumi Perkemahan Pancasona.

PEMANDIAN SAYURAN
Pemandian Sayuran terletak didaerah perbukitan di Desa Soko Kecamatan Jepon + 14 Km. ke arah Timur Laut Kota Blora. Berhawa sejuk dan mempunyai pemandangan yang indah. Pemandian Sayuran dibangun dengan standart nasional, dan dilengkapi dengan pemandian khusus anak-anak. Diatas pemandian sayuran terdapat Padepokan.

WADUK TEMPURAN
Waduk Tempuran merupakan Wisata Alam yang fungsi utama sebagai irigasi serta pembinaan atlit-atlit dayung yang bertaraf internasional, disamping itu sebagai budidaya ikan karamba dan pemancingan. Waduk ini terletak + 10 Km. kearah Timur Laut dari Kota Blora.

LOKO WISATA CEPU
Loko Wisata ini merupakan paket perjalanan wisata di hutan jati KPH Cepu dengan transportasi rangkaian Kereta Api yang ditarik Lokomotip tua buatan Berliner Maschinnenbaun Jerman Tahun 1928. Jarak tempuh sejauh 60 Km. kecapatan maksim7um 20 Km/jam waktu perjalanan 4 jam. Letak bengkel transit di Kota Cepu + 36 Km. ke arah Tenggara Kota Blora.

AGROWISATA TEMANJANG
Agrowisata ini terletak di Desa Temanjang ditengah kawasan hutan jati dengan pemandangan alam yang indah, + 16 Km. arah Selatan Kota Blora. Daerah ini dikenal pula dengan Agrowisata DUNGMANDUR, karena terdapat kedung yang tak pernah habis airnya. Ditempat ini setiap malam Jumat sering digunakan kegiatan spiritual bagi yang mempunyai maksud tertentu. Disamping banyak pohon buah-buahan, juga tersedia pesanggrahan sebagai tempat peristirahatan.

OBYEK WISATA GUNUNG MANGGIR
Obyek Wisata Gunung Manggir merupakan obyek wisata alam berupa pegunungan dan terdapat Goa yang lokasinya terletak di perbukitan Manggir, desa Ngumbul Kecamatan Todanan, + 38,5 km daerah barat dari kota Blora atau + 3,5 km ke arah barat dari obyek wisata Goa Terawang. Obyek wisata gunung manggir berada di perbukitan batuan kapur dengan ketinggian + 250 m dari permukaan laut. luas areal + 4 Ha. Obyek wisata gunung Manggir juga terdapat Goa yang letaknya berada di dekat puncak gunung Manggir dengan mempunyai tiga trap atau tingkatan yaitu : Trap atas/ trap pertama , trap tengan dengan kedalaman + 15 m, dan trap bawah mempunyai kedalaman + 7 m. Didalam goa ini terdapat stalaktit dan stalakmit yang unik dan menarik. Di Obyek wisata gunung Manggir disamping terdapat goa Manggir juga terdapat goa Mangklih yang letaknya terdapat dibagian utara gunung tersebut yang didalamnya terdapat mata air (sendang). untuk mencapai obyek wisata Gunung Manggir dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau empat. dari jalan aspal kearah goa + 1 km melewati jalan kampung dan jalan setapak. Puncak gunung Maggir memiliki tanah terbuka + 5 m2, apabila kita melihat dari sini kesegala arah akan tampak pemandangan yang mengesankan, begitu indah dan menawan.

OBYEK WISATA GEOLOGI
Obyek wisata geologi adalah merupakan wisata alam atau kegiatan wisata dibidang ilmu kebumian dengan obyek berupa lokasi yang berkaitan erat hasil proses geologi yang terkandung dan tersimpan didalam alam antara lain Geologi Wisata yang berhubungan dengan minyak dan gas bumi. Wisata Geologi ini kebanyakan berada di perbukitan dan ditengah-tengah kawasan hutan jati yang lebat yang berada diwilayah Kabupaten Blora, dan sekitarnya, namun sangat mudah dijangkau baik dangan kendaraan roda dua ataupun dengan roda empat. Sumur minyak dan gas bumi di wilayah Kabupaten Blora yang pertama kali di ketemukan oleh BPM pada tahun 1890, jumlah sumur + 648 buah, 112 buah sumur diantaranya dapat memproduksi minyak diantaranya + 16.550.790 m2, sedangkan ladang gas bumi yang berada di wilayah Cepu ; berada di Balun dan Tobo. Adapun disekian banyak sumur minyak yang di ketemukan baik di wilayah Kabupaten Blora sendiri atau disekitarnya, terdapat sumur minyak tua yang ditambang secara tradisional oleh masyarakat setempat dengan menggunakan tali dan timba yang ditarik + sejumlah 15 orang diwilayah Wonocolo, tetapi masih masuk dikawasan hutan jati KPH Cepu Kabupaten Blora. Karena pada umumnya kawasan lokasinya berada di perbukitan dan ditengah kawasan hutan hal ini sangat menarik, unik dan menawan, sehingga banyak dikunjungi baik Wisatawan Nusantara maupun Mancanegara.

OBYEK WISATA WADUK GRENENG
Obyek Wisata Waduk Greneng merupakan Obyek Wisata Alam berupa Waduk terletak didukuh Greneng desa Tunjungan Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora + 12 km kearah barat laut dari Kota Blora. Obyek Wisata ini mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai fungsi utama irigasi tanah pertanian dan pembesaran ikan air tawar. Karena letak dan lokasinya yang begitu indah dan menarik, serta berlatar belakang dekat dengan hutan Wilayah KPH Mantingan yang menambah suasana berkesan keindahan pemandangan alamnya, sehingga Obyek Wisata Waduk Greneng juga merupakan Obyek Wisata yang banyak dikenal oleh masyarakat baik dari dalam maupun dari luar kota, khususnya kaum remaja yang mempunyai hoby memancing. Obyek Wisata Waduk Greneng mempunyai hamparan yang luas + 45 ha dengan terdapat beberapa macam / jenis ikan air tawar, sehingga banyak masyarakat setempat yang menjajakan ikan hasil tangkapannya, dalam hal ini dapat menambah semaraknya suasana sekaligus sebagai daya tarik Obyek Wisata Waduk Greneng. Untuk mencapai Obyek Wisata dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

TAMAN BUDAYA DAN SENI TIRTANADI
Obyek Wisata Taman Budaya dan Seni Tirtonadi merupakan taman rekreasi yang banyak diminati khususnya bagi remaja dan anak-anak, yang letaknya berada di jantung Kota Blora, tepatnya di Jl. Sudarman Blora. Obyek Wisata ini pernah mengalami kejayaan hingga akhir tahun 60-an,yang pada saat itu banyak dikenal masyarakat dengan sebutan Kebun Binatang Taman Tirtonadi karena banyak satwa yang di pelihara. Obyek Wisata yang prnah mengalami kejayaan dan sudah banyak dikenal masyarakat ini memang pantas untuk berusaha berbenah diri untuk mencapai kejayaan lagi. Pada saat ini tepatnya tahun 2001, di Taman Wisata ini mulai dibangun dan ditambah sarana dan prasarananya untuk mempercantik diri serta meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan rasa kepuasan serta kenyamanan.
Fasilitas yang mulai dibangun antara lain : Gerbang Utama / Gapura lengkung, Pintu masuk utama, Jalan sirkulasi taman, kios dalam taman, kolam renang anak, pagar keliling, dsb. Diharapkan dalam waktu dekat, wasilitas yang lain juga dapat terselesaikan antara lain : Kolam renang dewasa, panggung hiburan, sangkar burung dengan ukuran besar dan lain-lain, sehingga Taman Seni dan Budaya Tirtonadi benar-benar jaya kembali, mempunyai nilai historis, nilai lingkungan yang indah, nilai sosial masyarakat, nilai budaya dan nilai ekonomi.

Kesenian Tayub


Tayuban merupakan salah satu seni kebudayaan yang ada di Blora. Berdasarkan keterangan - keterangan yang dapat dikumpulkan, perkataan Tayuban berasal dari kata Tayub, yang menurut keroto boso adalah ringkasan dari kata ditoto guyubï dan itu adalah bahwa didalam penyajian seni tayuban gerak tari para penari serta gending iringannya diatur bersama supaya serempak berdasarkan kesepakatan dari para pemain ( penari dan penabuh ) dengan para penonton. Sehingga terwujudlah suatu keakraban dan persaudaraan. 
Seni Tayub
        Seni Tayuban menggambarkan penyambutan para tamu atau pimpinan yang dihormati oleh masyarakat menurut jenjang kepangkatan mereka masing - masing. Penyambutan itu oleh para pemain wanita yang disebut joget dengan cara menyerahkan sampur ( selendang yang dipakai penari wanita ) atas petunjuk pengarih. Tamu yang menerima sampur atau istilah - ketiban sampurï mendapatkan kehormatan untuk menari bersama - sama dengan joget. Didalam kelompok seni pertunjukan, tayuban dapat digolongkan tari rakyat tradisional, sifat kerakyatan sangat menonjol, tampak sebagai gambaran dari jiwa masyarakat pendukungnya, yaitu masyarakat pedesaan yang umum dijumpai diwilayah Kabupaten Blora, seperti sifat spontanitas, kekeluagaan, kesederhanaan, sedikit kasar, namun penuh rasa humor. Sebagaimana ciri khas tari ini yang sudah memasyarakat, maka Tayuban sudah menyebar hampir seluruh Kabupaten Blora. Seni Tayuban pada umumnya dipentaskan pada upacara adat yaitu sedekah desa, sedekah bumi atau upacara adat lain. Juga pada orang punya kerja, memenuhi nadar, khitanan,perkawinan dan sebagainya.